12 Desember 2011

Gamalama Eruption


Photo By : Nurahman Abas

KOMPAS.com - Gunung api Gamalama di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara (Malut), Minggu (11/12/2011) sore kembali meletus. Warga sekitar pujn berhamburan untuk menyelamatkan diri.

Kepala Sub Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Wilayah Timur, Kristianto mengatakan di Ternate, Minggu, meletusnya gunung setinggi 1700 meter dari permukaan laut itu, dan hujan abu sudah menimpah Kota Ternate.

Menurut Kristianto, meletusnya Gunung Gamalama disertai dengan gempat letusan yang terjadi pada pukul 17.57 WIT, amplitude 26 mm dengan lama gempa sekitar 15 menit. Selain itu, gempa tremor hembusan menerus amplitude dengan 14 kali gempa hembusan amplitude dengan lama gempa 12-113 detik.

Kristianto mengatakan, Gunung Gamalama terjadi satu kali letusan abu hitam kelabu dengan tebal setinggi 1000 meter di atas puncak gunung dan condong ke selatan. "Hembusan asap umumnya berwarna putih tebal dengan tekanan lemah tinggi sekitar 100 meter di atas puncak condong ke arah timur laut," kata Kristiaanto.

Sebagian warga yang tinggi di sekitar kaki Gunung Gamalama seperti Marikurubu dan Moya nampak keluar rumah dan mengantisipasi berbagai kemungkinan adanya letusan susulan.

Sementara itu, Humas Pusat Kendali Bencana Alam Kota Ternate, Sutopo Abdullah ketika dikonfirmasi meminta agar warga di Kota Ternate tidak panik terkait dengan meletusnya kembali Gunung Gamalama.

"Kami berharap warga Ternate jangan panic, tapi harus tetap waspada dan Pusat Kendali Bencana Alam Kota Ternate pasti akan menyampaikan apa yang harus dilakukan warga terkait meletusnya kembali Gunung Api Gamalama," katanya.

Kendati demikian, status Gunung Gamalama di Kota Ternate masih siaga level III, meskipun aktivitas gunung setinggi 1.700 meter dari permukaan laut itu mulai menunjukkan peningkatan.

Sumber : Kompas.com

6 Desember 2011

Bandara Sultan Babullah Ternate Ditutup


TERNATE, KOMPAS.com - Bandara Sultan Babullah, Ternate, Maluku Utara, ditutup setelah letusan Gunung Gamalama, Senin (5/12/2011) dini hari tadi. Seluruh penerbangan dari dan menuju Ternate dibatalkan.

Kepala Pos Polisi Bandara Sultan Babullah, Ajun Inspektur Dua (Aipda) Ismed Husni, mengatakan, debu vulkanik dikhawatirkan membahayakan penerbangan. Selain menghalangi jarak pandang, debu vulkanik bisa mengganggu kinerja mesin pesawat.

Empat jadwal penerbangan Express Air ke kepulauan di sekitar Maluku Utara, seperti Buli, Sanana, dan Labuha, serta Ambon, dibatalkan. Seluruh penumpang akan diberangkatkan besok pagi setelah bandara kembali beroperasi.

Tiga maskapai lain, yakni Sriwijaya Air tujuan Manado, Batavia Air tujuan Jakarta, dan Garuda Indonesia menuju Makassar, juga dibatalkan.

Begitu pula dengan empat jadwal kedatangan dari Jakarta, Halmahera Timur, dan Makassar, dibatalkan. Suasana Bandara Sultan Babullah pada Senin pagi tampak lengang.

Menurut Zulkarnain, salah satu staf Garuda Indonesia, pihaknya telah memberitahu penumpang bahwa penerbangan dibatalkan.

"Seluruh penumpang yang batal berangkat hari ini akan diprioritaskan pada penerbangan besok, apabila cuaca telah membaik," ungkap Zulkarnain.

Sumber : kompas.com

Gunung Gamalama Meletus, Sebagian Wilayah Ternate Tertutup Abu

Gunung Gamalama di Ternate, Maluku Utara meletus dan menyemburkan abu vulkanik. Akibat kejadian ini sebagian Kota Ternate tertutup abu vulkanik.

"Sebagian kota Ternate tertutup debu," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho saat dihubungi detikcom, Senin (5/12/2011).

Menurut Sutopo, kondisi sebagian wilayah Ternate saat ini gelap gulita karena listrik padam. Sejak malam, Kota Ternate memang diguyur hujan deras..

"Listrik di wilayah kaki Gunung Gamalama padam. Listrik padam bersamaan dengan letusan gunung, tadinya dikira suara petir, ternyata suara gunung meletus," terangnya.

Malam ini Gunung Gamalama kembali meletus. Meski demikian warga diminta tetap tenang.

"Ya memang tadi meletus, tetapi statusnya tetap siaga belum naik lagi ke awas. Warga kita minta untuk tetap tenang," ujar Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Surono saat dihubungi detikcom, Senin (5/12).

Menurut Surono letusan yang terjadi malam ini membuat Gunung Gamalama sempat mengeluarkan abu vulkanik. "Iya ada abu yang keluar tapi warga jangan panik dulu," imbuhnya.

Gunung Gamalama telah dinaikkan statusnya dari waspada ke siaga. Gunung Gamalama merupakan salah satu gunung api yang ada di Provinsi Maluku Utara. Selain gunung ini, masih ada Gunung Gamkonora di Kabupaten Halmahera Barat, Gunung Ibu dan Gunung Dakona yang berada di Kabupaten Halmahera Utara, dan Gunung Kiebesi di Halmahera Selatan. Gunung Gamalama memiliki ketinggian sekitar 1.715 meter di atas permukaan laut.

sumber : detiknews.com

29 November 2011

Bandara Babullah Ternate

Fotografer : Nurahman Abas

Dowora oh Dowora





Fotografer : Zulkarnain A. Latif
Lokasi : Dowora (Kota Tidore Kepulauan)

6 November 2011

Ngara Lamo tahun 1930-an

4 November 2011

Peppi The Explorer mampir di kota Ternate


Tim Trans TV hadir di Kota Ternate untuk shooting program acara Peppy The Explorer, Kamis, 4 November 2011. Kedatangan Peppy ini kontan menghebohkan para pengunjung yang memadati taman Dodoku Ali. Disela-sela aktifitasnya, peppi sempat melayani para pengunjung yang mengajak foto bersama.

26 Oktober 2011

200 sastrawan bertemu di Ternate

Ternate (ANTARA News) - Tidak kurang dari 200 sastrawan dari berbagai provinsi di Indonesia akan bertemu di Ternate, Maluku Utara, 25 - 29 Oktober 2011 guna menghadiri kegiatan Temu Sastrawan Indonesia (TSI) ke-IV.

"Budayawan Emha Ainun Nadjib juga akan hadir pada TSI ke-IV tersebut," kata Sekretaris Panitia TSI ke-IV Dino Umahuk di Ternate, Kamis.

Sastrawan yang akan hadir adalah mereka yang karya sastra dan puisinya lolos seleksi Dewan Kurator TSI ke-IV.

TSI ke-IV juga berisi seminar nasional, musyawarah sastrawan, pesta pora sastra dan pameran serta puluncuran buku.

Kegiatan ini juga demi memperkenalkan kekayaan dan keindahan alam dan budaya Ternate.

"Kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kegairahan sastra di tengah masyarakat Indonesia dan Ternate khususnya, dan mampu mendorong penciptaan-penciptaan serta karya sastra baru," kata Dino.(*)
Editor: Jafar M Sidik

sumber : www.antaranews.com


18 Agustus 2011

Arjuna Membuat SBY Sumringah

JAKARTA — Peringatan HUT Kemerdekaan ke 66 Republik Indonesia (RI) di Istana Negara, sejak pagi telah terkesan penuh aturan protokoler. Sejak dimulainya acara hingga pengibaran bendera oleh pasukan Paskibraka, suasana peringatan hari kemerdekaan berlangsung sangat serius.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang bertindak selaku inspektur upacara juga terlihat serius mengikuti satu persatu rangkaian upacara kenegaraan. Namun semuanya langsung mencair berkat seorang bocah cilik, Arjuna Pratama Djahir.

Dengan balutan baju warna kuning khas Maluku Utara daerah asalnya, Arjuna dengan ciamik membawakan lagu berjudul "Dari Jakarta ke Oslo untuk Bumi Kita". Lagu ciptaan Presiden SBY inipun berkumandang di Istana Negara menghibur para tamu undangan.

Lirik-lirik lagu menjadi semakin apik dengan iringan orkestra dan paduan musik dari Gita Bahana Nusantara. Lagu karya SBY yang berisikan lirik berat dan penuh pesan nasional itupun menjadi luntur dari kesan lagu seremonial. Suara lantang khas
anak-anak ditambah keaktifan Arjuna mengajak tamu undangan untuk ikut bernyanyi bersama, menjadikan suasana upacara yang semula penuh kekakuan menjadi lebih meriah.

Dari atas podium utama acara, berkali-kali Presiden SBY selaku pencipta lagu terlihat sumringah. SBY yang semula tampak serius menyimak satu persatu bait lagu ciptaannya dibuat sesekali tertawa oleh keaktifan Arjuna membawakan lagunya.
Di sampingnya Ibu Negara Ani Yudhoyono dan Wapres Boediono beserta istri tampak ikut terbawa suasana riang ala Arjuna.

Para undangan yang hadir pun terlihat sangat terhibur ketika melihat Arjuna mengajak ikut bernyanyi. ‘’Lagunya sih biasa saja, tapi yang membawakannya lucu, aktif dan suaranya bagus sekali. Jadi bagus lagu Pak SBY,’’ kata Dina (24), salah seorang tamu undangan.

Mantan wakil presiden Jusuf Kalla pun ikut memberikan pujian mengenai lagu SBY tersebut.’’Ya enaklah terdengar,’’ katanya.

Meski menilai secara keseluruhan lagu ciptaan SBY enak didengar namun bagi Guruh Soekarno Putra, lagu tersebut tetap biasa saja. Kata dia, siapapun pasti ingin mendengar karena rasa ingin tahu. ‘’Biasa saja. (Kita) dengerin ingin tahu dan itu cukup baik. (Kalau) soal layak ya tentulah layak,’’ kata Guruh.

Lagu berjudul "Dari Jakarta ke Oslo untuk Bumi Kita" sendiri dikarang SBY dengan semangat misi Indonesia ikut aktif dalam sidang UNFCCC di Oslo sekitar tiga tahun silam. Dalam lirik lagunya, SBY mengajak para pemimpin internasional meneguhkan dan wujudkan komitmen untuk melestarikan lingkungan hidup. Berikut lirik lagunya:

Bumi kita ini taman kehidupan

Hutan dan lautan di relung langit biru
Mari kita bersama cegah kerusakannya
Bersatulah wahai bangsa sedunia
Bersatulah kawan
Bersatu dunia untuk bumi kita

sumber : www.jpnn.com

24 April 2011

'Soya-Soya' Ternate Catat Rekor Baru MURI

Soya-Soya (foto: Rival Fahmi/Okezone)

TERNATE-
Langit di atas kota Ternate terlihat cerah. Matahari bersinar dengan teriknya tanpa ada awan hitam yang bergantung seperti beberapa hari sebelumnya dimana Ternate ‘dihajar’ angin topan dan hujan deras.

Suasana inilah yang mengantar 8.125 siswa dari berbagai tingkatan sekolah mulai SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi yang ingin memecahkan rekor penari terbanyak di Indonesia. Berkumpul di alun-alun depan kedaton Sultan Ternate atau tang disebut Ngara Lamo (lapangan besar) dalam rangkaian festival Soya-soya memeriahkan event tahunan Legu Gam atau pesta rakyat menyambut Hari Ulang Tahun Sultan Ternate Mudaffar Sjah ke-76, Minggu (3/4/2011) sore WIT.

Di tengah lapangan sekitar 6.000 siswa SD se-kota Ternate plus sekitar 2000-an lebih siswa SMP dan SMU serta perguruan tinggi di ruas sisi Ngara lamo yakni jalan Pemuda dan jalan Sultan Khairun, berbaris menunggu komando.

Tepat di pukul 16.30 WIT, dengan satu komando, para penari tersebut sukses memecahkan rekor baru Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan jumlah terbanyak dalam sebuah pentas tarian yang digelar sekitar 30 menit.

Uniknya, diantara para penari tersebut terdapat seorang penari wanita atas nama Umi Bugis, siswa SMU Negeri 10 Ternate. Ini merupakan pertamakalinya seorang wanita menarikan tarian yang merupakan tari perang rakyat Moloku Kie Raha dalam mengusir para penjajah tersebut.

Soya-soya sendiri bisa dikatakan sebagai simbol kebangkitan rakyat Ternate saat Sultan Khairun dibunuh oleh Antonio Pimental, seorang kopral Portugis suruhan jenderal Lopes de Mosquita di benteng Nostra Senora del Rosario yang kini disebut benteng Kastela, diujung Selatan Ternate.

Rakyat Ternate yang marah karena sultannya terbunuh dalam sebuah perundingan yang merupakan muslihat bangsa Portugis itu, kemudian memberontak dibawah pimpinan putra Khairun yakni Baabullah.

Dengan komando seorang Kapita (kepala tentara), yang berasal dari Kayoa, rakyat Ternate akhirnya berhasil mengusir Portugis setelah mengurung rapat benteng tersebut selama lima tahun.

Soya-soya sendiri berarti menggoreng tanpa minyak dimana mengandung makna sanggup atau tidak, misi harus dijalankan meski bertaruh nyawa berupa gerakan memantau, menyerang, mengelak, dan menangkis.

Kini, Soya-soya hanya dilakukan saat adanya upacara adat atau penyambutan tamu daerah. Meski demikian, Soya-soya juga kerap ditampilkan saat festival budaya atau hajatan resmi lainnya.

Terkait dengan pemecahan rekor tersebut, Sultan Ternate Mudaffar Sjah dalam sambutannya mengaku bangga dengan apa yang sudah dilakukan para penari tersebut.

"Ini merupakan tonggak baru kepedulian para generasi muda dalam mewariskan Adat Se Atorang sebagai pegangan hidup rakyat Moloku Kie Raha," ujar Mudaffar.

Usai pementasan tersebut, pihak MURI langsung menyerahkan piagam rekor kepada Sultan Ternate sebagai pemrakarsa hajatan ini yang didampingi oleh Wali Kota Ternate Burhan Abdurachman.
(uky)

Sumber by : http://news.okezone.com

 
AksaL Achmad | Powered By Blogspot | © Copyright  2008